Postingan

Mati Suri

Gambar
Mati suri itu digambarkan seseorang yang sudah meninggal tapi diberi kesempatan untuk hidup kembali. Begitulah kira-kira yang untuk menggambarkan seorang penulis yang masih belajar dan harus belajar tapi berhenti total tidak menulis meskipun hanya satu paragraf.  Seribu alasan selalu diungkapkan untuk menutupi kemalasan dalam menulis. Sebenarnya gak seberat mengangkat 1 kwintal beras atau apalah, tapi pikirannya yang selalu penuh dengan sesuatu yang harus dikerjakan. Manajemen waktunya sangatlah tidak baik. Setiap waktu sebenarnya banyak ide yang dapat dituangkan dalam bentuk tulisan. Mungkin kalau masih bisa menjaga komitmen awal menulis setiap hari, sudah menjadi empat buku solo. Tidak terbayangkan bahagianya saat bisa menorehkan namanya di cover buku meskipun hanya sekedar untuk mengabadikan tulisan yang sangat sederhana. Motivasi untuk menulis itu memang telah mati karena ketidakjelasan dalam manajemen waktu. Dari dulu sibuk, tapi faktanya masih sempat menulis bahkan sempat mem...

Pendidikan Karakter di SMA N 1 Paguyangan Kabupaten Brebes

Gambar
  “ Seorang penuntut ilmu jika tidak dihiasi diri dengan akhlak mulia, maka tidak ada faedah menuntut ilmunya ” ( Muhammad bin Shalih Al Utsaimin )   SMA N 1 Paguyangan merupakan sekolah negeri satu-satunya di kecamatan Paguyangan yang berada di wilayah Brebes Selatan dan berbatasan dengan kabupaten Banyumas. SMA N 1 Paguyangan beralamat di Jalan Kedung Banteng no. 1 kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah. SMA N 1 Paguyangan adalah sekolah adiwiyata, sekolah sehat, sekolah riset, dan sekolah penggerak. Banyak prestasi yang telah diraih sekolah ini dengan Kepala SMA N 1 Paguyangan Bapak Dr. Ihdi Amin, M. Pd.  Prestasi siswa maupun guru, kedisiplinan, dan kebersihan lingkungan selalu menjadi prioritas utama. Tahun 2022 SMA N 1 Paguyangan sebagai juara 1 sekolah adiwiyata tingkat provinsi Jawa Tengah, Juara 1 lomba karya ilmiah remaja yang diselenggarakan Universitas Gajah Mada, dan masih banyak prestasi lainnya yang diraih sekolah ini. Sejumlah 31 ...

Penggunaan Google Form dalam Penilaian Harian

Gambar
Penilaian hasil belajar merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan sesuai dengan tugas pokok guru. Guru profesional dituntut untuk dapat melaksa na kan tugas pokok guru dengan baik. Menurut UU No. 14 Tahun 2015 tentang guru dan dosen; tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah . Penilaian hasil belajar adalah aktivitas yang sangat penting dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat perkembangan hasil belajar peserta didik. Peserta didik abad ke-21 merupakan generasi Z, yaitu generasi yang hidup di era digital. Sebagai guru abad ke-21 harus mampu mengimbangi peserta didiknya dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran. Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran, guru harus mengadakan penilaian harian baik dalam bentuk tes tulis, tes lisan, maupun tes berb...

Menulis itu Sulit

Gambar
Melakukan sebuah pekerjaan akan mudah manakala ada mindset bisa menyelesaikan pekerjaan meskipun sangat sibuk dengan waktu yang sangat terbatas. Mendapatkan tugas menulis di website sekolah tentu saja menjadi sebuah tantangan menjadi guru yang harus bisa menunjukkan kemampuan dalam keterampilan menulis. Menulis di website sekolah ternyata memiliki kendala dalam merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat. Pada saat membuat sebuah tulisan dengan mood yang baik, menulis terasa sangat mudah dan mengalir saja. Pa dahal terkadang tujuannya hanya untuk mengasah keterampilan dan menjaga sebuah komitmen untuk menulis setiap hari. Tetapi, kenapa merasa kesulitan di saat mendapatkan tugas menulis di website? Ternyata, menulis di website sekolah itu harus mengikuti aturan penulisan sesuai dengan PUEBI. Mudahnya harus sesuai dengan subjek, predikat, objek, dan keterangan. Mungkin karena yang membaca artikel di website sekolah itu juga siswa. Mindset menulis bagi penulis pemula harus sesuai aturan P...

Ide Menulis Kopdar RVL 1 dari Foto di HP

Gambar
Kopdar RVL 1 rasanya baru kemarin berada di Balai besar Guru Penggerak (BBGP) DI Yogyakarta. Ternyata sudah dua minggu yang lalu. Tapi masih jelas teringat di memori kenangan bersama para penulis hebat. Menyelesaikan pekerjaan yang dikejar-kejar deadline sebenarnya malu kalau dijadikan alasan tidak segera menulis artikel seputar kopdar RVL 1. Menulis memang tergantung pada mood penulis. Dengan meluangkan waktu di hari libur, memori indahnya kebersamaan digali kembali. Memulai dari perjalanan menuju ke kota yogyakarta hingga tiba di BBGP DIY, dilanjut dengan malam ramah tamah dengan anggota RVL. Ternyata bukan hal yang mudah pada saat harus mengembalikan ingatan acara demi acara pada kopdar RVL 1. Dengan melihat sederet foto-foto dari mulai datang sampai pulang lagi, ide menulis menjadi mengalir seperti air. Tulisan pak Emcho dengan judul “Foto Kopdar Sebagai Sumber Inspirasi Tulisan” memang benar sekali. Setiap ada kesempatan digunakan untuk berfoto bersama dan juga berselfie. Pa...

Sepenggal Kisah Kopdar RVL 1

Gambar
  Kopdar Rumah Virus Literasi (RVL) untuk pertama kalinya diselenggarakan di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) DI Yogyakarta pada tanggal 21 sampai 23 Oktober 2022 bertemakan “Berliterasi Membangun Negeri”. Grup RVL yang beranggotakan penulis-penulis hebat digawangi oleh bapak Much. Khoiri atau dikenal dengan Mr. Emcho.  Sempat ragu untuk bisa menghadiri kopdar RVL di kota pelajar. Bukan tanpa alasan, mutasi dari SMK ke SMA yang baru seminggu harus pikir panjang untuk minta ijin menghadiri kegiatan di luar jam dinas, meskipun kegiatan yang positif untuk mengembangkan diri sebagai seorang guru. Bersyukur sekali, kepala sekolah mengijinkan untuk mengikuti kopdar RVL 1 di BBGP DIY.   Keraguan selama beberapa hari akhirnya terjawab sudah untuk memutuskan menghadiri KOPDAR RVL I di BBGP DIY. Sangat disayangkan seandainya tidak bisa menghadiri ajang silaturahmi para penulis-penulis hebat. Kesempatan yang sangat langka untuk belajar langsung dengan Mr. Emcho, Prof. Dr. Ngainun N...

Berburu Baju di Setiap Akhir Pekan

Gambar
Sangat disyukuri bisa mutasi ke SMA yang jaraknya lebih dekat dari rumah. Hanya berjarak 3 km dibanding ke SMK yang jaraknya 22 km. Rasanya campur aduk antara senang dan bingung. 18 tahun di SMK dan 4,5 tahun menjadi guru produktif TKR tentunya sudah terbiasa menggunakan kostum celana. Naluri dalam berpakaian cenderung ke kaum Adam ketimbang harus berpenampilan feminim layaknya seorang perempuan. Tentu saja ada alasannya kenapa lebih suka menggunakan celana ketimbang rok.  Rasanya memang lebih nyaman menggunakan celana saat harus mengajar di bengkel produktif TKR yang suasananya berbeda dengan ruang kelas. Di bengkel terkadang harus jongkok, bahkan lesehan. Tentu bisa dibayangkan kalau menggunakan rok.  Proses mutasi yang hanya satu bulan dan mendadak cukup membuat kaget. Bagaimana mungkin harus membuat rok atau membeli rok dalam waktu singkat. Sedangkan kota Purwokerto juga lumayan jauh dan ditempuh dalam waktu sekitar satu jam kalau lancar. Dengan sangat terpaksa, hari perta...