Postingan

Gelas Sekali Pakai

Kebiasaan yang baik memang sebaiknya ditanamkan dari kecil. Seperti dalam hal pakaian, cara makan, kebersihan, kerapian, dan kedisiplinan. Meskipun setiap hari terus dilakukan dengan mengingatkan, tetap saja yang namanya anak-anak tergantung suasana hatinya. Bapaknya saja, kadang sering lupa menaruh handuk di atas kasur dan lupa menutup magic com selesai makan.  Saat anak-anak bermain dengan teman-teman sebayanya, seringkali dilihat minum secara bergantian tapi dengan gelas yang sama. Bukannya gak percaya sama kebersihan teman-temannya, tapi rasanya minum di gelas yang sudah dipakai tetap bertentangan dengan hati nurani.  Tidak minum bergantian dengan gelas yang sama sudah menjadi kebiasaan Dodil. Di rumah pun Dodil tidak mau minum di gelas yang sudah dipakai saudaranya sendiri termasuk bapak ibunya.  Kadang mengelus dada, saat pulang dari sekolah terlihat gelas berjejeran lebih dari empat. Ya sudahlah... Mau gimana lagi. Aturan yang akhirnya jadi bahan pembicaraan dan te...

Mengemudi Tanpa Alas Kaki

Gambar
Sejak menjadi guru produktif TKRO, ada satu tuntutan yang sebenarnya tidak wajib tapi paling tidak bisa sebagai satu pengalaman yang bisa disampaikan ke peserta didik saat mengajar. Mengajar kompetensi keahlian TKRO atau orang lebih mengenalnya jurusan otomotif, tentu saja berkaitan dengan kendaraan roda empat baik yang manual maupun matic.  Kunci bisa mengajar di kelas selain dapat menguasai kelas juga harus menguasai materi yang akan disampaikan. Tentu saja, sebagai guru produktif harus tahu yang namanya rem, gas, dan kopling. Untuk mengetahui ketiga hal tersebut, mau tidak mau meskipun mentalnya kerupuk harus mau belajar mengemudi mobil atau nyetir.  Dari belajar maju mundur pakai mobil sendiri, sampai kursus supaya lebih berani di jalan raya. Terbiasa belajar tanpa menggunakan alas kaki tentu saja ada alasannya. Rasanya lebih peka dan bisa mengira-ngira saat menginjak rem, gas, dan kopling. Membaca salah satu artikel di media sosial efek mengemudi tanpa menggunakan alas ka...

PTM 100%

PTM 100% yang dilaksanakan di sekolah bukan berarti siswa hadir 100% di waktu yang bersamaan. Masing-masing sekolah memiliki kebijakan sendiri yang tentunya tidak lepas dari aturan dinas pendidikan yang disampaikan oleh cabang dinas.  Di awal tahun 2022, aturan PTM 100% mulai diberlakukan. Sebagai guru sudah pasti lega bisa bertemu langsung dengan peserta didik. Begitu juga dengan peserta didik, bisa belajar lebih baik di kelas dibanding harus belajar sendiri. Pada dasarnya, komunikasi antara guru dan peserta didik lebih terjaga. PTM yang sudah berlangsung selama 1,5 bulan benar-benar memperhatikan protokol kesehatan. Semua warga sekolah diwajibkan untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Waktu belajar peserta didik pun dibatasi hanya  sekitar 4 jam. Dalam sehari peserta didik hanya menerima sekitar 5-6 jam pelajaran. Pembagian absen ganjil genap yang bergantian dalam waktu dua minggu, mengharuskan guru hanya bertemu peserta di...

Semakin Dikejar Semakin Tertantang

Gambar
Di panas teriknya matahari, terdengar suara tangis seorang bocah berusia 6 tahun secara tiba-tiba. Ricemill yang ramai petani menjemur hasil panen dibuat bingung dan mencari sumber suara. Bocah bernama Dinka berlarian ke sana kemari melewati pinggiran sawah yang sudah kering. Tentu saja, semua orang yang melihat dibuat bingung saat Dinka menangis sekeras-kerasnya sambil teriak-teriak kesakitan. Usut punya usut, Dinka dikejar tawon yang merasa terganggu karena rumahnya dilempari batu, tanah sawah, dan benda lainnya, sama teman-teman sebayanya. Seekor tawon akhirnya pun mati setelah puas menyengat badan Dinka sampai beberapa kali. Dinka hanyalah korban kemarahan tawon. Saat melihat dua temannya asyik merusak rumah tawon dengan sebatang kayu dua meteran, tiba-tiba seekor tawon menyerang Dinka dengan beberapa sengatan. Lari kemanapun, tawon tetap mengejarnya dan masuk ke dalam kaos yang dipakai Dinka. Dua sengatan di kepala bagian belakang, dua sengatan di telapak tangan, dan dua senga...

Tulisan Humor

Oleh : Milla Efendy Bakda isya baru sempat buka HP dan membaca tulisan para penulis andal di grup RVL. Ada tulisan yang serius dibaca, ada yang horor, ada juga yang humor. Sebenarnya pikiran ini sepertinya sudah lelah untuk diajak berpikir. Sampai mencari ide menulis gak ketemu juga. Padahal dalam hitungan menit sudah masuk jam sembilan malam. Seharian di sekolah dengan aktivitas yang lumayan padat. Mengikuti rapat pembuatan soal PTS di aplikasi teams yang harus jadi saat itu juga, karena pekan depan sudah mulai PTS. Dilanjut dengan pembuatan RAB yang harus dikonsultasikan ke Waka kurikulum, Kepala Sekolah, dan bendahara BOS. Kelihatannya ringan, tapi lumayan capek juga karena harus berjalan dari satu ruang ke ruang lainnya. Sebenarnya ada ide menulis tentang artikel perdana yang sudah diterbitkan di salah satu surat kabar, tapi baru dua paragraf sudah buntu dan tidak bisa dilanjut lagi. Alasannya ya karena  pikirannya sudah buntu. Dari sekian banyak tulisan yang dibaca, paling suk...

Hari yang Melelahkan

Oleh : Milla Efendy Hari ini hari yang cukup melelahkan. Menguji 10 siswa dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore. Jadwal yang seharusnya delapan siswa ditambah dua siswa lagi yang tidak hadir di jadwal sebelumnya. Jam mengajar yang biasanya dengan meeting, terpaksa ditiadakan karena tidak mungkin menguji sambil mengajar. Bertepatan dengan jadwal penilaian harian, sehingga bisa langsung memberikan link penilaian harian. Menguji siswa kelas XII dibutuhkan sebuah kesabaran. Ada siswa yang menguasai materi dan teori, menguasai teori tapi tidak menguasai praktik, menguasai praktik tapi tidak dengan materi, ada juga yang tidak menguasai teori dan praktiknya. Efek pembelajaran daring untuk semua siswa, rupanya membawa suasana yang tidak nyaman untuk siswa. Siswa masih merasakan malas untuk berangkat kesalahan. Yang membuat rasa capek ini bertambah, emosi yang tertahan saat mengajukan pertanyaan tapi siswa belum memahami materinya. Dengan dalih lupa, tidak ada kuota, dan  cuma senyum. Menguji s...

Kopdar Penulis Andal di WAG RVL

Gambar
  Oleh : Milla Efendy Perasaan rada dag dig dug saat ada rencana kopdar para penulis di grup Rumah Virus Literasi (RVL) yang digawangi oleh Mr. Emcho (panggilan Much. Khoiri, dosen sekaligus penulis dari UNESA). Membayangkan bertemu langsung meskipun lewat layar dengan para penulis lumayan menciutkan nyali. Takut dan malu sepertinya beda tipis. Penulis-penulis andal yang sudah tidak diragukan lagi karyanya dengan latar belakang yang juga membuat perasaan ini tidak percaya diri dan minder.  Menjadi anggota di grup RVL benar-benar dari nol. Ibarat gelas kosong yang  tidak ada air sama sekali. Hanya mencoba merangkai kata menjadi tulisan sederhana yang tidak penting dan menjadi awal mula untuk merintis menjadi seorang penulis. Di grup RVL ini, para penulis memposting berbagai jenis tulisan. Ada yang  cerpen, puisi, pentigraf, artikel ilmiah, dan tulisan-tulisan yang berisi tentang pembelajaran daring, keagamaan, dan yang lainnya. Kopdar yang direncanakan malam hari terp...