FESTIVAL TUKAR TAKIR RAMADHAN DI SMA NEGERI 1 PAGUYANGAN
Serangkaian
kegiatan untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan, SMA Negeri 1 Paguyangan mengadakan
Festival Tukar Takir pada hari Jum’at tanggal 13 Maret 2026. Kegiatan tersebut diinisasiasi oleh guru, tenaga
kependidikan, dan siswa-siswa SMA Negeri 1 Paguyangan. Kegiatan tukar takir
merupakan budaya lokal khas kabupaten Brebes yang diikuti oleh semua warga
sekolah dan masyarakat sekitar yang turut berpartisipasi membawa takir untuk
berbuka puasa bersama.
Sebagai
sekolah adiwiyata nasional yang menerapkan zero waste, bungkus takir
diwajibkan dari daun pisang yang berisi nasi dan lauk. Setiap peserta
diwajibkan membawa satu takir yang kemudian dikumpulkan pada satu tempat yang
telah disediakan panitia. Setelah takir tersebut terkumpul, maka panitia
mengatur proses pengambilan takir secara acak oleh peserta. Setiap peserta akan
mendapatkan takir dari peserta lain tanpa mengetahui isi takir dan pembuat
takir.
Kepala
SMA Negeri 1 Paguyangan, Yuniarso Amirudin, S.Pd., M.Si dalam sambutannya SMA Negeri
1 Paguyangan merupakan sebuah sebuah institusi pendidikan yang punya
kepentingan untuk melestarikan apa yang disebut sebagai budaya lokal, salah
satunya tukar takir. Kegiatan tersebut memiliki daya hidup yang kuat
karena bertumpu pada nilai universal: berbagi, bersyukur, dan menjaga
persaudaraan. Sebungkus makanan dalam daun pisang mungkin terlihat sederhana,
tetapi di dalamnya tersimpan pesan tentang persatuan dan ketulusan.
Festival
berlangsung di halaman depan sekolah pada pukul 16.00 dengan penuh kebersamaan yang
diawali dengan penampilan siswa-siswa yang tergabung dalam grup hadroh An Nur Smansayang.
Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Saman dari Sanggar Andaka yang
menghadirkan gerakan-gerakan yang kompak dan enerjik, dilanjut dengan
penampilan grup kosidah kader posyandu desa Paguyangan yang membawakan lagu-lagu
islami. Selain itu, Feni Fauzi membacakan puisi dengan judul “Ramadhan” yang sarat
makna diiringi alunan musik etnik Jimmy HC dari Sanggar Sembung Senggani.
Menjelang
waktu berbuka puasa, suasana semakin khidmat dengan penyampaian kultum oleh
ustadz Yayan Kusyanto, S.Pd.I tentang keutamaan fikir. Dengan fikir manusia, maka
bisa merubah dunia dan kelebihan akal fikir manusia digunakan supaya lebih
mendekatkan diri pada Allah SWT. Tukar takir merupakan momen yang paling tepat
untuk menggali potensi pada diri manusia dan untuk mempererat silaturahmi di bulan Ramadhan,
sehingga menjadi pengingat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Pada
saat adzan maghrib berkumandang, seluruh peserta duduk bersama menikmati
hidangan takir yang telah didapatkan. Suasana kebersamaan sangat terasa ketika
semua peserta berbuka puasa secara serentak dengan cuaca yang cerah.
Kegiatan festival tukar takir memiliki tujuan untuk
menumbuhkan nilai kepedulian sosial, memperkuat kebersamaan, serta melestarikan
tradisi berbagi yang telah lama dikenal di masyarakat selama bulan Ramadhan.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat belajar secara langsung
tentang arti berbagi, saling menghargai, dan membangun hubungan yang harmonis
dengan sesama. Kegiatan ini dapat menjadi sarana pendidikan karakter bagi para
siswa untuk belajar bahwa berbagi tidak harus dalam jumlah besar, tetapi dapat
dimulai dari hal sederhana seperti membawa makanan untuk dinikmati bersama. Selain
itu, dapat mengajarkan nilai keikhlasan karena setiap peserta tidak mengetahui
siapa yang akan menerima takir yang mereka bawa.
Menurut
Haris Zulfikar, S.Pd, selaku koordinator kegiatan tukar takir, kegiatan
tersebut diharapkan dapat melibatkan lebih banyak peserta lagi ke depannya, mengingat
pentingnya menanam nilai berbagi pada masyarakat melalui media takir di
berbagai wilayah paguyangan. Selain itu, kegiatan tukar takir ini juga dapat
mempererat tali silaturahmi antarwarga.
SMA Negeri 1 Paguyangan sebagai lembaga pendidikan formal, menunjukkan komitmennya untuk membentuk pendidikan karakter warga sekolah baik guru maupun siswa dan penguatan nilai sosial di tengah masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan yang dilaksanakan di bulan Ramadhan sebagai bentuk penguatan nilai kebersamaan, kepedulian, dan budaya berbagi di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar sekolah.

Komentar
Posting Komentar