SMA Negeri 1 Paguyangan Terima Kunjungan Study Tiru SMA Negeri 3 Brebes




        SMA Negeri 1 Paguyangan Kabupaten Brebes sebagai sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2025 pada hari Kamis tanggal 12 Februari 2026 menerima kunjungan study tiru dari SMA Negeri 3 Brebes yang diketuai oleh Siti Rokhmah, S. Pd. Dalam rangka menuju adiwiyata tingkat provinsi, tim adiwiyata SMA Negeri 3 Brebes yang terdiri dari 6 guru dan 10 siswa kader adiwiyata melakukan kunjungan langsung untuk memperoleh wawasan dan pengalaman sekaligus mengamati kondisi lingkungan di SMA Negeri 1 Paguyangan. Kehadiran tim adiwiyata SMA Negeri 3 Brebes pada pukul 10.00 WIB disambut oleh wakil kepala sekolah, tim adiwiyata, dan kader adiwiyata SMA Negeri 1 Paguyangan setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam dari Brebes menuju ke Paguyangan.

Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Biologi, sambutan Kepala SMA Negeri 1 Paguyangan diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Ummi Farikhatun Nisa, S. Pd. yang menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan SMA Negeri 3 Brebes dan telah menjadi bagian untuk berbagi pengalaman adiwiyata di SMA Negeri 1 Paguyangan. Capaian yang telah didapat SMA Negeri 1 Paguyangan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional merupakan hasil kerja sama tim adiwiyata dan seluruh warga sekolah. Sambutan dari SMA Negeri 3 Brebes diwakili Sekretaris Tim Adiwiyata, Suharto, S. Pd. yang menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk study tiru di SMA Negeri 1 Paguyangan. Harapannya dengan kegiatan tersebut dapat memberikan wawasan  dan inspirasi untuk mengembangkan SMA Negeri 3 Brebes menuju adiwiyata tingkat provinsi.

Pemaparan aktualisasi kegiatan adiwiyata SMA Negeri 1 Paguyangan yang pertama disampaikan oleh Pembina Adiwiyata, Murni Sukapti, S.Pd., M. Pd. Kader adiwiyata yang beranggotakan sepertiga dari 847 jumlah siswa diwakili oleh 8 siswa yang ikut mendampingi kegiatan study tiru. Kegiatan yang telah dilakukan oleh para kader diantaranya (1) Kebersihan lingkungan; (2) Pembibitan, pemeliharaan, dan penanaman pohon; (3) Pengelolaan sampah; (4) Pengurangan sampah; (5) Konservasi air; (6) Konservasi energi; dan (7) Inovasi terkait Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH).

Pemaparan kedua disampaikan Ketua Tim Adiwiyata SMA Negeri 1 Paguyangan, Efie Sunarya, S. Pd., yang menjelaskan secara rinci tentang persiapan seluruh warga sekolah pada saat menuju Adiwiyata Nasional dan pengisian Aplikasi SIDIA (Sistem Digitalisasi Adiwiyata). Dalam pemaparannya, sekolah adiwiyata merupakan program resmi dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menggambarkan tempat belajar yang peduli terhadap lingkungan hidup dan sehat, bersih, serta indah. Sekolah mengintegrasikan tiga prinsip dasar dalam penentuan kurikulumnya yakni edukatif, partisipastif, dan berkelanjutan. Keuntungan sekolah adiwiyata diantaranya adalah menciptakan branding sekolah, menciptakan budaya pelestarian lingkungan, menciptakan kebersamaan, dan meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis lingkungan.

Kunci keberhasilan sekolah adiwiyata, tidak hanya sebagai green school tetapi berkomitmen dalam membentuk budaya positif semua warga sekolah untuk bertanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan dan keindahan sekolah. Pentingnya komitmen bersama antara siswa, guru dan karyawan, serta pihak ketiga sebagai kerja sama sebagai warga sekolah. Keberlanjutan lingkungan juga penting dalam bentuk evaluasi dan pemantauannya dengan program yang tersusun untuk dilaksanakan bersama. Dengan Jargon “Hijau Bumiku, Bersih Sekolahku, Asri Lingkunganku” menegaskan bahwa SMA Negeri 1 Paguyangan berkomitmen untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Jargon tersebut menjadi semangat semua warga sekolah dalam menjaga kebersihan, kelestarian, dan  keasrian lingkungan.

Tantangan yang harus dihadapi untuk menjadi sekolah adiwiyata nasional adalah bagaimana menyusun kurikulum yang efektif, pembelajaran yang jelas dan dapat dicapai, serta selaras dengan tujuan programa adiwiyata. Selain itu, kegiatan pembelajaran perlu disusun secara efektif dan menyenangkan serta dapat menarik minat dan motivasi siswa, sehingga nilai-nilai peduli lingkungan terintegrasi dalam proses pembelajaran. Pengelolaan waktu yang tepat juga menjadi bagian penting supaya kegiatan dapat berjalan dengan optimal dan berkelanjutan.

Observasi lingkungan menjadi kegiatan berikutnya setelah pemaparan materi. Tim adiwiyata SMA N 3 Brebes berkeliling sekolah untuk melihat secara langsung aktivitas dan program yang telah dilaksanakan tim adiwiyata SMA Negeri 1 Paguyangan. Green house, pengelolaan sampah, pembuatan kompos, dan inovasi terkait PRLH. Kegiatan terakhir adalah penutupan study tiru dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan tim adiwiyata SMA Negeri 3 Brebes. Sekretaris tim adiwiyata,  Suharto, S. Pd. menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan dari tim adiwiyata SMA Negeri 1 Paguyangan sekaligus materi yang sudah disampaikan dan harapannya dapat diimplementasikan di SMA Negeri 3 Brebes menuju adiwiyata tingkat provinsi.

SMA Negeri 3 Brebes merupakan sekolah ke 4 yang melaksanakan study tiru setelah MTS Negeri 1 Brebes, SMA Negeri 1 Sirampog, dan SMP Negeri 4 Bumiayu. Hal ini membuktikan bahwa SMA Negeri 1 Paguyangan semakin dipercaya menjadi sekolah rujukan sebagai sekolah Adiwiyata. Adanya kegiatan study tiru diharapkan dapat memperluas kolaborasi antarsekolah untuk memperkuat upaya bersama dalam rangka mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHT Pengembangan Modul Ajar yang Mengintegrasikan Visi Misi Sekolah

Pembelajaran Daring Yang Efektif

IHT Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artificial Bagi Guru di SMA N 1 Paguyangan