SMA N 1 Paguyangan Terima Kunjungan Studi Tiru SMA N 1 Losari
SMA Negeri 1 Paguyangan
yang telah berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional bulan November 2025
kembali menerima kunjungan studi tiru yang kelima dari tim adiwiyata SMA Negeri 1 Losari
pada hari Rabu tanggal 18 Februari 2026. Rombongan yang berjumlah lima orang terdiri dari kepala
sekolah, dua guru, dan dua siswa disambut Kepala Sekolah dan Tim Adiwiyata,
serta kader adiwiyata SMA Negeri 1 Paguyangan.
Kepala SMA Negeri 1
Paguyangan, Yuniarso Amirudin, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan
ucapan terima kasih kepada tim adiwiyata SMA Negeri 1 Losari atas
kepercayaannya untuk studi tiru dalam usahanya menjadi sekolah adiwiyata, serta
menguatkan bahwa sekolah tersebut ada potensi untuk menjadi sekolah adiwiyata
provinsi bahkan nasional. Pada dasarnya tim adiwiyata SMA Negeri 1 Paguyangan
siap membantu dalam upaya untuk mencapai sekolah adiwiyata dengan berbagi
pengalaman mengenai persiapan administrasinya maupun bukti dukungnya.
Noer Emma
Rozillah, S.Pd Kepala SMA Negeri 1 Losari dalam sambutannya juga menyampaikan
permasalahan utama yang ada di sekolah adalah pengelolaan sampah yang biaya
setiap bulannya mencapai kisaran 2 juta rupiah. Selain itu, keberadaan sekolah
yang berada di antara gedung pabrik juga mengalami permasalahan resapan air
terutama pada saat hujan. Sehingga, dengan adanya study tiru tim adiwiyata
dapat menambah wawasan, inspirasi, serta langkah-langkah yang harus ditempuh
untuk mencapai tujuan menjadi sekolah adiwiyata provinsi.
Aktualisasi kegiatan yang sudah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Paguyangan
dipaparkan ketua tim adiwiyata, Murni Sukapti, S. Pd., M. Pd. dan dilanjutkan
pemaparan cara pengisian aplikasi SIDIA (Sistem Digitalisasi Adiwiyata) oleh Efie Sunarya, S. Pd. Berbagi
pengalaman di ruang kepala sekolah menjadikan suasana lebih akrab dan
menyenangkan selama kegiatan berlangsung. Diskusi interaktif antara kedua
sekolah menjadi momen yang baik dalam mencari solusi terutama dalam pengelolaan
sampah, konservasi, air, dan konservasi energi. Banyak pertanyaan yang diajukan termasuk pengelolaan kantin sekolah yang
menjadi penyumbang terbesar adanya sampah plastik.
Salah satu materi yang
menarik didiskusikan adalah upaya dalam pengurangan sampah di SMA N 1
Paguyangan melalui program zero waste. Program yang sudah berjalan satu
semester ini sangat berdampak terhadap pengurangan sampah yang ada sekaligus
menurunkan biaya pengelolaan sampah. Semua
warga sekolah wajib membawa tempat makan dan minum sendiri, dan jika ada sampah
maka harus dibawa pulang. Begitu juga dengan pengelola kantin sekolah yang
harus mematuhi aturan sekolah dengan tertib. Ketersediaan bank sampah di berbagai
sudut sekolah, menjadi salah satu upaya untuk memanfaatkan sampah plastik yang
dapat didaur ulang menjadi lebih berguna Dengan adanya program zero waste
dapat menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap
lingkungan khususnya siswa.
Pemaparan materi sekaligus
diskusi berlangsung satu jam di ruang kepala sekolah. Tim adiwiyata SMA Negeri 1
Losari dengan didampingi tim adiwiyata SMA Negeri Paguyangan melaksanakan observasi
lingkungan. Tujuannya adalah untuk mengamati secara langsung fasilitas
pendukung seperti green house, pengelolaan sampah, pembuatan kompos, dan
inovasi terkait PRLH.
SMA
Negeri 1 Paguyangan yang memiliki Jargon “Hijau Bumiku, Bersih Sekolahku,
Asri Lingkunganku” menegaskan bahwa akan berkomitmen untuk menumbuhkan
budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan, sehingga menjadi semangat semua
warga sekolah dalam menjaga kebersihan, kelestarian, dan keasrian lingkungan. Dengan adanya kegiatan
studi tiru ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi yang kuat SMA
Negeri 1 Losari untuk menggapai sekolah adiwiyata provinsi. Selain itu juga
dapat memperkuat hubungan antar sekolah dalam berkolaborasi untuk mewujudkan
lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Komentar
Posting Komentar