IHT Pengembangan Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran di SMA N 1 Paguyangan
SMA N 1 Paguyangan sebagai Sekolah Penggerak
pada hari Sabtu tanggal 27 Juli 2024 mengadakan In House Training (IHT) Pengembangan
Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran dengan nara sumber Sutar M.Pd.Si dari
Balai Besar Guru Penggerak (BPGP) Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan pada
pukul 11.00 sampai pukul 16.00 dihadiri Pengawas Sekolah Cabdin XI, Drs. Rismono,
M. Pd sekaligus membuka kegiatan IHT dan 44 guru SMA N 1 Paguyangan.
Kepala SMA N 1 Paguyangan, Dr. Ihdi Amin,
M. Pd menyampaikan bahwa IHT ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru
dalam hal literasi dan numerasi dalam pembelajaran, sejalan dengan program
pemerintah yang menekankan pentingnya literasi dan numerasi dalam kurikulum
merdeka. Harapannya, guru-guru di SMA N 1 Paguyangan memiliki kompetensi dalam mengintegrasikan
literasi dan numerasi dalam pembelajaran sehingga dapat menciptakan lingkungan
belajar yang lebih baik dan lebih efektif terhadap peserta didik.
Nara sumber yang berasal dari kota pelajar
menggarisbawahi tiga hal dalam IHT ini yang meliputi Refleksi, Membedah Modul
Ajar, dan Menyusun Naskah Soal Literasi dan Numerasi. Mengawali kegiatan IHT dengan
melakukan refleksi peserta dari kegiatan literasi dan numerasi yang telah
dilakukan di sekolah. Kegiatan
literasi dan numerasi pada lingkungan akademik, tentunya guru harus
berkolaborasi dan siswa dapat menyelesaikan masalah selama kegiatan pembelajaran.
Materi yang kedua adalah menyusun modul ajar literasi dan numerasi. Pada kegiatan
ini, para peserta diharapkan dapat menganalisis modul ajar dan dapat mengembangkan
modul ajar secara mandiri. Dalam mengembangkan modul ajar, guru diperbolehkan
menggunakan modul ajar yang
disediakan pemerintah dan dipadankan dengan RPP Plus, serta mengembangkan
sendiri atau dikenal dengan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).
Pada akhir materi, setiap guru
mendapatkan tugas untuk dapat menyusun soal AKM (Asesmen Kompetensi Minimal) dari
modul ajar sendiri. Soal berbasis literasi dan numerasi yang meliputi konten,
konteks, bentuk sajian, sifat, bentuk dan level kognitif.
Tindak lanjut
yang perlu dilakukan sekolah setelah pelaksanaan IHT diantaranya adalah sekolah
membuat program terkait literasi yang dikoordinir oleh tim kurikulum atau tim
kesiswaan seperti membuat lomba literasi dengan pesertanya siswa, kolaborasi
antar guru mata pelajaran sangat penting dilakukan melalui MGMP lokal untuk
diskusi perangkat ajar, dan membuat soal literasi numerasi dengan berdiskusi
sesama guru mata pelajaran.
Kegiatan IHT Pengembangan Literasi dan Numerasi berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Dengan nara sumber yang berpengalaman dan materi yang relevan, dapat menambah wawasan baru dan strategi yang tepat diterapkan dalam pembelajaran bagi guru. SMA N 1 Paguyangan menunjukkan komitmennya sebagai Sekolah Penggerak dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Sekolah yang penuh semangat dan terus berkarya. Semoga sukses.
BalasHapus