Rindu Mentari
Oleh : Milati Masruroh
Sepanjang malam hujan turun dengan derasnya. Udara dingin yang menusuk tulang tak dirasakan saat berada dalam balutan selimut tebal. Ditambah dengan jaket dan kaos kaki yang menutup rapat akses angin menyentuh tubuh.
Beberapa hari hujan yang selalu mengguyur sampai membuat rindu akan mentari yang bersinar di pagi hari. Baju-baju hanya tergantung di hanger yang kering dengan sendirinya. Hanya sabun cair dan softener yang mampu menghilangkan bau tak sedap pada baju.
Hujan selalu membawa berkah. Bunga dan tanaman tumbuh dengan subur. Meskipun ada beberapa ulat nakal yang memakan lezat daun-daun muda tanpa sisa. Karena memang itu makanannya.
Meskipun rindu dengan mentari, tapi bunga yang tumbuh subur mampu mengobatinya. Bunga juga rindu dengan mentari tentunya, rumput liar yang tumbuh di rumahnya membuat makanan yang dibutuhkan bunga menjadi berkurang.
Sekian lama ditunggu, pagi ini mentari akhirnya keluar dari peraduannya. Menggoda para penghuni bumi dengan mengintip lewat celah-celah daun. Seolah mentari ini mengerti kalau penghuni bumi begitu merindukannya.
Bumiayu, 31 Oktober 2020
Komentar
Posting Komentar