Postingan

Tantangan yang Harus Dihadapi

Oleh : Milla Efendy Menjaga sebuah komitmen itu sebenarnya memang lebih sulit dibanding saat berjanji untuk sebuah komitmen. Seperti komitmen untuk menulis setiap hari. Saat semangat membara  karena menginginkan sebuah harapan segera terwujud begitu mudahnya mengucapkan sebuah janji hati. Janji pada diri sendiri, bukan janji untuk orang lain. Janji yang harus selalu ditepati untuk bisa menulis setiap hari, supaya tidak terjun bebas karena lupa atau tidak sempat untuk membuat tulisan. Tak hanya melawan rasa malas saat kesibukan menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi sebuah tanggung jawab, tapi juga harus bisa menyempatkan waktu meskipun hanya 15 menit. Hanya 15 menit? Waktu yang sangat cukup untuk menulis dengan catatan ide sudah ada di kepala. Apalagi dengan adanya HP, sangat membantu sekali saat tidak ada pena dan selembar kertas. Merangkai kata-kata menjadi sebuah paragraf juga lumayan sulit saat ide bersliweran di kepala tapi mood tidak mendukung. Yang terjadi saat berha...

Gusi Bengkak

O leh : Milati Masruroh Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, tapi ide menulis belum juga muncul. Sudah membuat satu paragraf tulisan, ternyata buntu untuk melanjutkan. Berganti ide yang lain, tulisan sudah satu paragraf buntu lagi. Ide menulis benar-benar menghilang. Entah apa penyebabnya, kemungkinan karena faktor capek yang menuntut tubuh ini untuk segera istirahat. Kondisi badan yang lelah, seharian depan laptop cukup membuat kepala ini cekot-cekot, leher dan pundak terasa tegang. Dari pembelajaran daring dan juga pembuatan laporan keuangan salah satu kegiatan LSP. Dua hari terakhir, gusi yang bengkak membuat pipi tidak seimbang antara pipi kanan dan pipi kiri cukup menyiksa. Harus menahan rasa lapar, karena mulut tak bisa dimasukkan sendok saat makan. Dua hari lebih banyak mengkonsumsi jus buah dan juga roti yang dipotong kecil-kecil. Nikmat sekali rasanya saat berimbas ke sakit kepala. Gusi bengkak yang sering dialami biasanya sekitar tiga hari. Dua hari pertama meru...

Ada Luka di Hatinya

Oleh : Milati Masruroh Hatinya begitu terluka, air mata pun sampai tak bisa keluar membasahi pipinya yang mulai keriput. Bagaimana mungkin, anak ragilnya yang cantik, yang begitu dibanggakan, yang menjadi bunga keluarga telah mengkhianati kepercayaannya. Sejak mengenal sesosok pemuda saat sekolah di SMP, hatinya tertutup untuk pemuda lain. Pemuda yang belum mapan, hanya bekerja serabutan. Harapan orang tua yang ditentangnya. Dengan prinsip cinta buta, nasehat orang tua hanya sekedar lewat dari telinga kanan ke telinga kiri. Merasa seyakin-yakinnya kalau pemuda itu jodahnya sehidup semati. Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Apalagi untuk calon pendamping hidup yang akan menemaninya sampai ajal menjemput atau maut yang memisahkan. Pemuda yang menjadi pilihan anaknya sungguh tidak sesuai dengan harapan orang tua. Dua kali mencoba memisahkan tetap saja bersikekeh untuk mempertahankan hubungan keduanya. Orang tua pemuda juga sudah didatangi supaya tida...

Tantangan Menulis Setiap Hari

  Oleh : Milati Masruroh Menulis apa yang diamati dan dilihat bagi penulis yang masih amatiran tetap saja menjadi sesuatu yang tidak mudah. Mencari dan menentukan idenya juga membuat semangat untuk menulis seringkali melemah. Keinginan hati ingin menulis sesuatu yang berkualitas, tapi apa daya kemampuan diri tidak seimbang dengan harapan. Menyadari keterbatasan pemikiran yang tidak mungkin dialami oleh orang-orang yang tingkat kecerdasannya tinggi. Menyadari betapa susahnya melakukan sesuatu yang terkadang di luar kemampuan. Seringkali mendapatkan sebuah tantangan, yang membuat pesimis dengan hasilnya. Hanya berusaha dengan belajar akhirnya tantangan demi tantangan itu teratasi. Tentu saja dengan dukungan orang-orang terdekat, akhirnya bisa melewati masa-masa yang membuat susah tidur dan tidak nafsu makan. Hidup itu katanya memang harus penuh dengan tantangan, jadi pikiran akan bekerja terus dan bisa mengurangi kepikunan. Penyakit pikun yang cenderung terjadi di masa tua at...

Kembali ke Laptop Lama

Oleh : Milati Masruroh Laptop dan HP sudah menjadi kebutuhan primer, apalagi bagi seorang guru untuk pembelajaran daring. Laptop akhirnya hancur juga, penggunaan yang tidak mengenal waktu terkadang sampai seharian tidak berhenti. Baterai yang mati juga belum sempat diganti. Mungkin sudah saatnya untuk ganti laptop. Pekerjaan yang tidak bisa lepas dari laptop, jelas merasa bingung saat laptop tiba-tiba tidak merespon. Loading lama dan tidak kunjung conect ke internet. Penggunaan windows 10  yang dipaksakan ternyata berakibat fatal. Maklum juga tidak paham betul tentang laptop. Yang penting laptop bisa digunakan untuk mengetik dan untuk mengajar dengan aplikasi teams. Nasi sudah menjadi bubur, data-data penting yang ada di D juga lenyap karena diformat tanpa sengaja. Sedih itu pasti, harus sabar mengetik ulang data-data yang harus dilaporkan. Laporan keuangan setiap kegiatan yang belum selesai dan baru berjalan setengahnya. Pikiran bimbang dan bingung. Badan pun terasa panas,...

Penilaian Harian Online

Oleh : Milati Masruroh Salah satu tugas dari guru diantaranya harus mengadakan evaluasi atau penilaian baik harian, tengah semester, dan akhir semester. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan siswa setelah mendapatkan materi yang diberikan atau diajarkan oleh guru. Dimana siswa dianggap sudah tuntas jika nilai penilaiannya sudah di atas KKM yang ditetapkan oleh guru. Pada saat pembelajaran tatap muka, penilaiannya bisa dengan tes tertulis atau tes lisan. Tetapi untuk pembelajaran daring ini, beberapa guru memanfaatkan salah satu aplikasi yang dianggap mudah dan siswa juga tidak kesulitan. Aplikasi google form sebagai salah satu alternatif yang sering digunakan oleh guru. Soal dalam bentuk pilihan ganda yang dapat disetting dengan kunci jawabannya. Jadi begitu siswa selesai mengerjakan, nilai hasil penilaian langsung bisa dilihat oleh siswa. Sebenarnya siswa bisa melihat nilai atau poin itu menjadi kewenangan guru yang bersangkutan. Kalau mau merahasiakan nilai juga tidak masalah. K...

File-file Penting yang Hilang

Oleh : Milati Masruroh Bagi seorang guru, pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan secara daring wajib memiliki laptop dan HP. Entah itu yang bagus ataupun jadul, yang penting bisa digunakan. Bagi sebagian guru, laptop yang lola atau loadingnya lama pasti dimiliki oleh guru-guru yang sabar. Sabar menunggu bisa dinyalakan, sabar menunggu file bisa diunggah, dan sabar menunggu bisa terhubung dengan internet. Memiliki laptop sejak lima tahun yang lalu, belum tahu benar apa itu ram dan yang lainnya. Yang penting laptop bisa digunakan untuk mengetik, mengajar dengan LCD, dan mudah digunakan. Tidak ada gambaran mau digunakan sehari semalam dengan berbagai aplikasi. Menggunakan windows 7 waktu itu menjadi pilihan. Dengan pertimbangan sudah biasa menggunakan. Dengan adanya pembelajaran daring yang menggunakan aplikasi teams, penggunaan windows 7 sepertinya sudah tidak mendukung. Seperti saat mengadakan meeting atau vicon, semua peserta tidak dapat ditampilkan dan hanya menampilkan satu ...